Bawaslu RI Gelar Forum Diskusi Evaluasi Implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026 dan Integrasi E-Monev CERMAT di Sultra
|
Kota Kendari – Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Tenggara Dipercayakan Oleh Bawaslu RI Gelar Forum Diskusi Evaluasi Implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026 dan Integrasi E-Monev CERMAT Melalui Luring dan Daring/Zoom Meeting, bertempat di KopiKita 1 Kendari, pada hari Sabtu, tanggal 24 Oktober 2026, Foto/Anti.
“Iwan Rompo Banne, berikan sambutan hangat akan terlaksananya kegiatan Forum diskusi ini di Sultra. Iwan sangat bangga, Bawaslu dapat dipercaya dan dapat diuji kinerjanya, dan beliau juga melaporkan bahwa keadaan peserta 4 (empat) Kabupaten/Kota hadir secara luring yaitu Bawaslu Kabupaten Konawe, Bawaslu Kabupaten Konawe Selatan, Bawaslu Kabupateb Konawe Utara dan Bawaslu Kota Kendari dan Bawaslu Kabupaten/Kota yang lain turut ikut serta melalui zoom kabupaten/kota masing-masing, “terang Ketua Bawaslu Sultra ini.
Tentu saja dengan adanya kerjasama antara komisioner dan pejabat struktural baik kabag dan kasubag pejabat fungsional ASN, kerjasamanya tentu harus baik.
“Lebih jelas beliau sampaikan masih banyak kabupaten/kota yang belum mengisi loogbooknya, sedang saya sendiri juga tidak atau itu apa, dan baru saya tau untuk bebutuhan IKU ini, dan pastinya kita akan di bantu oleh staf yang juga untuk mengerjakannya, jadi kegiatan sangat begitu cermat dan harus kita ikuti dengan baik, “katanya.
Dan terakhir Ketua Bawaslu Provinsi Sultra ini sampaikan ucapan terimakasih pada pimpinan RI dan Tenaga Ahli SDM Bawaslu RI untuk menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai lokasi kegiatan sosialisasi IKU ini.
Sementara itu Dr. Herwin Malonda Anggota Bawaslu Republik Indonesia berikan Apresiasi kepada seluruh jajaran Bawaslu Sultra, dan menurut saya provinsi yang selaku aktif dalam berbagai kegiatan.
Koordiv SDMO Bawaslu RI ini sampaikan permohonan maaf tidak bisa membersamai Sosialisasi IKU ini di Sultra karena saya juga sedang laksanakan tugas di Provinsi Papua dengan kegiatan IKU juga, namun saya berharap kegiatan ini bukan kegiatan biasa tetapi bagaimana mendapatkan hasil yang baik dan diharapkan serta dapat dirumuskan secara sah pada masa mendatang, “ucap beliau melalui daring ini.
Bawaslu adalah lembaga publik yang bisa mengevaluasi dan menjadi kualitas pelayanan dan kita sudah sepakati bahwa indikator kinerja menjadi instrumen Lembaga.
“Saya menghimbau kepada semua jajaran di Bawaslu untuk menjadikan kinerja kita serta menjadi pilihan bahwa secara regulasi, historis dan kebijakan apa yang menjadi hasil yang”terukur nantinya, “tuturnya.
Kita punya Peraturan Bawaslu dan Renstra tentunya untuk membantu dan menjawab beberapa pertanyaan tentang apa yang dicapai berdasarkan asas pemilu yang berkeadilan dan untuk mencapai itu bagaimana cara mengukurnya dan perubahan apa yang direncanakan secara internal bagi bawaslu dan ini menjadi penting, dan pengawas pemilu itu bukan pekerjaan biasa, pengawas pemilu tidak cukup diukur berapa banyak kegiatan yang dilakukan tetapi di ukur dari IKU.
Penilian itu bukan dilihat dari berapa persen peniliannya tetapi dilihat bagaimana kinerjanya berjalan dengan baik.
“Saya berharap dengan evaluasi ini kita lebih aktif dan objektif dan adil, apa yang jadi hasil utama kita dalam evaluasi, apa yang menjadu akar masalahnya, dan semoga akar masalahnya itu mudah dicelah dan dapat dilaksanakan, “harapnya.
“Melalui Apliasi CERMAT sebagai dari bagian perbaikan kinerja kita kedepan, hendaknya kinerja yang baik bukan sekedar laporan yang sudah dilakukan tetapi bagaimana kita dapat publikasikan, dengan aturan kinerja yang baik, “tutup beliau.
Untuk informasi kegiatan ini menghadirkan 2 (dua) orang narasumber yaitu akademisi dan juga pegiat pemilu.
Penulis/Editor : Thity