Bawaslu Sultra Kembali Hadirkan Program Baru €œKUPAS PEMILU€
|
Kota Kendari - Setelah sukses menggelar program €œKamis Manis€ kini Bawaslu Sultra Kembali melaksanakan sebuah program baru yaitu €œKupas Pemilu€, melalui via zom pada hari Senin, tanggal 20 Oktober 2025,Foto/Anti.
Tayang perdana dengan mengambil tema €œPolitik Uang, Demokrasi Tanpa Transaksi, Mungkinkah?€dengan menghadirkan sekaligus 3 (tiga) narasumber yakni Hardi Kamaru-Anggota Bawaslu Kab.Busel, Wa Ode Nur Iman-Anggota Bawaslu Kota Kendari dan Siambu-Ketua Bawaslu Kabupaten Konsel, serta Ricky Hermawan Hakim-staf Bawaslu Prov.Sutra yang bertugas sebagai moderator.
Kegiatan ini dharapkan dapat melahirkan Kesimpulan, catatan kritis, dan rekomendasi strategis yang akan menjadi modal intelektual bagi pengawas pemilu di masa yang akan datang.
Terkait dengan politik uang demokrasi tanpa transaksi. Mungkinkah hal ini dapat kita refleksikan dari peran pengawasan dan partisipasi publik dalam mencegah politik uang€ucap riki yang mendeskrpsikan kegiatan ini, sekaligus memulai sesi arahan dari Anggota Bawaslu Sultra.
€œDarma, Koordiv SDMOD Bawaslu Sultra, menyampaikan bahwa kegiatan yang baru kita luncur juga ini adalah bagian dari program yang kita selenggarakan dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM penyelenggara itu sendiri, €œujarnya.
€œDarma juga mengarahkan akan pentingnya kegiatan-kegiatan seperti ini, yang kita rintis ini bukan semata mata dalam rangka peningkatan kapasitasnya khusus Komisioner tetapi ini adalah peningkatan kapasitas atau peningkatan SDM untuk seluruh jajaran Bawaslu se-Sulawesi Tenggara tentunya,€pungkas Darma.
€œMari kita sama sama berdiskusi untuk menambah wawasan kita serta menambah hasana berpikir kita dalam rangka meningkatkan kompetensi kita sebagai penyelenggara pemilu karena ke depan tantangan kita sebagai penyelenggara pemilu itu semakin tinggi semakin rumit.€ singkatnya.
€œBerlanjut Koordiv Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Indra Eka Putra, terkait tema hari ini menurut beliau cukup provokatif. Pada kesempatan ini, Indra juga mengemukakan terkait 4 (empat) hal yang di tulis oleh Titi Anggraini, yaitu revisi undang-undang yang akan mengarah pada manajemen pemilu berikutnya terkait pemilih, yang akan di bahas money politic, dan terakhir soal penyelenggara, sebagai penyelenggara memiliki kerentanan yang tinggi, €œterangnya.
€œPersoalan money politic ini persoalan yang sangat runyam bukan hanya dari sisi elektoral low itu sendiri, tetapi bahkan religion low atau hukum agama,€pungkas Indra.
Secara resmi kegiatan ini dibuka oleh Heri Iskandar selaku Koordiv. Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sultra, menyampaikan bahwa kita membuat kegiatan Kupas Pemilu ini tentunya ingin menggali lebih jauh seperti yang disampaikan sebelumnya.
€œMemang publik banyak mengatakan bahwa ini kalau penyelenggara pemilu di luar tahapan, publik menganggap kita tidur dan tidak ada kegiatan padahal kalau melihat dari giat kita, justru kita lebih lebih banyak, €tutur Heri.
Heri juga menambahkan politik uang memang judulnya cukup provokatif, sehingga diharapkan seperti apa yang disampaikan ibu Darma tadi, bahwa banyak ide-ide kreatif atau misalnya banyak masukkan seputar perbaikan regulasi kita ke depan.
Dan memang politik uang sampai hari ini menjadi momok proses demokrasi kita dan itu di indeks kerawanan pemilu kita juga masih menempati posisi-posisi pertama di indeks kerawanan pemilu.
€œHeri berharap dari giat ini harapan saya tentunya dan pimpina Bawaslu Sultra, sekali lagi ayo mari kita berdiskusi betul betul mengeluarkan semua unek-unek kita, €œtutupnya.
Saling sanggah argument mewarnai jalannya giat ini, untuk lebih jelasnyaSahabat dapat menyaksikannya ulang pada channel youtube kami (https://youtu.be/igtDV2MY-i4).
Penulis/Editor : Gd/Thity
