Gelar Bimtek Penyelesaian Sengketa Pemilihan, Bawaslu Sultra Siap Hadapi Pilkada 2020
|
Koordiv Pengawasan Bawaslu Sultra Munsir Salam (tengah) bersama Koordiv SDM dan Organisasi Bawaslu Sultra Sitti Munadarma dan Kasubag TP3 Marlina saat memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020, Kamis (23/01/2020)/Foto: Wawan
Kendari, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Tenggara €“ Bawaslu Sultra menggelar bimbingan teknis penyelesaian sengketa pemilihan bagi 7 (tujuh) kabupaten Pilkada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini merupakan ikhtiar Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mempersiapkan segala kemungkinan dan potensi adanya sengketa pemilihan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Sulawesi Tenggara, Kamis (23/01/2020).
Dalam sambutannya Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara Munsir Salam, menyampaikan pentingnya aparatur pengawas pemilihan di level Bawaslu Kab/Kota untuk memahami setiap instrumen pengawasan dan pencegahan sengketa pemilihan yang telah disusun Bawaslu RI.
€œBawaslu Provinsi sebagai jembatan antara Bawaslu RI dan Bawaslu Kab/Kota memberikan masukan dalam perumusan kebijakan. Kemarin juga baru selesai menyelesaikan SOTK penyelesaian sengketa, menyusun Perbawaslu yang didalamnya memuat penyempurnaan-penyempurnaan norma yang menjadi payung kita bersama. Bawaslu Kab/Kota penting untuk memahami setiap instrumen yang telah disusun, dan perlu mensosialisasikan instrumen tersebut di internal pengawas pemilihan. Ini menjadi alat penuntun dalam memaksimalkan pengawasan dan pencegahan sengketa pemilihan. Di forum ini kita harapkan bisa menjadi forum untuk meng-update pengetahuan dan kemampuan kita dalam penyelesaian sengketa pemilihan€ terangnya.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Sultra ini juga menambahkan agar dalam melakukan pengawasan, pengawas pemilihan selalu menteralkan diri dan memiliki batas api yang dapat menghindarkan pengawas pemilihan dari perilaku tidak netral.
€œKita (pengawas Pemilu) menjadi pihak yang juga akan di intai siang-malam, apa yang kita lakukan, dengan siapa kita nongkrong, dengan siapa kita berjalan, tentu menjadi hal-hal yang harus kita perhatikan. Sehingga tuduhan atau persepsi publik yang negatif terhadap kita bisa kita jawab dengan pembuktian, mari kita sama-sama buktikan kebenarannya, dengan tindakan profesional kita. Kita harus bisa memposisikan dimana garis api kita, garis api itu yang bisa mencegah kita masuk ke titik-titik yang bisa membakar kita. Ada batas-batas yang harus bisa kita tegasi. Sehingga orang-orang susah untuk mengklaim kita sudah dimiliki oleh kepentingan calon tertentu€ tambahnya.
Sementara itu Pimpinan Bawaslu Sulawesi Tenggara lainnya, Ibu Sitti Munadarma mengingatkan agar segenap pengawas pemilihan untuk menjaga integritas dan profesionalismenya. Apalagi ingat dia, sejarah Pilkada di Sultra memiliki tensi yang cenderung tinggi sehingga Bawaslu kabupaten harus mampu menjadi wasit yang adil dan tidak memihak, €œPilkada 2020 ini sudah mulai terasa dinamikanya. Kemarin saya ke Bawaslu kabupaten, supervisi evaluasi staf PPNPNS, dan dalam rangkaian itu juga, saya menyerap aspirasi dari kawan-kawan, saya terkejut sesungguhnya ketika mendengar opini publik bahwa Bawaslu Kabupaten sudah dimiliki oleh salah satu calon tertentu. Saya membantah itu, bahwa mana mungkin seperti itu, sementara kita kan mesti profesional, kita menjadi wasit dalam perhelatan Pilkada ini. Tentu orang bebas memotret kita dari arah manapun, dikait-kaitkan dengan orang orang tertentu, tetapi satu hal yang mesti kita jaminkan dalam diri kita bahwa opini tersebut tidak benar€ tegas Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Sulawesi Tenggara ini.
Kegiatan ini akan diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, dan dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kab/Kota, koordinator sekretariat Bawaslu Kab/Kota, dan staf sekretariat Bawaslu kabupaten Pilkada.
Photographer: Wawan. Penulis: Ahmad Iskandar. Posting by: Baini