Lompat ke isi utama

Berita

Hamiruddin Udu Jelaskan Srategi Bawaslu Sultra dalam Melakukan Pengawasan Pilkada Serentak tahun 2020

Hamiruddin Udu Jelaskan Srategi Bawaslu Sultra dalam Melakukan Pengawasan Pilkada Serentak tahun 2020
Ketua Bawaslu Sultra Dr. Hamiruddin Udu, S.Pd., M.Hum. (dua dari kiri) beserta Ketua KPU Provinsi Sultra dan Kesbangpol Provinsi Sultra saat menjadi narasumber dalam kegiatan Rakor Fungsi Intelkam Polda Sultra Tahun Anggaran 2020 di Swissbel Hotel Kendari, Rabu (11/3/2020)/ Foto: Gede Saskara

Kendari, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Tenggara €“ Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu menjadi narasumber dalam kegiatan Rakor Fungsi Intelkam Polda Sultra Tahun Anggaran 2020 dengan tema €œFungsi Intelijen Siap Mengamankan Pilkada Serentak 2020 dan Menjaga Stabilitas Kamtibmas Guna Mengawal Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Maju€ Rabu (11/3/2020) bertempat di Swissbel Hotel Kendari.

Dalam forum panel ini, Polda Sultra menghadirkan narasumber lain yakni Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kepala Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tenggara.  Adapun peserta dalam kegiatan ini yakni Kasubdit Intelkam Polda Sulawesi tenggara, Kesbanglimas 12 Kab Polres se - Sulawesi Teggara, Kasat Intel dan 2 Anggota tiap Kab/Kota se- Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Natsir menjelaskan terkait perkembangan proses Pilkada 2020 di Sultra yang terjadi sampai dengan saat ini. Ojo panggilan akrabnya menyampaikan bahwa €œKami (KPU Provinsi Sultra) menyiapkan segala hal teknis terkait pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 di Sultra, Bawaslu Sultra mengawasi pelaksanaan tiap tahapan Pilkada 2020, Polda Sultra dan Kesbangpol Provinsi Sulltra mengamankan dan menertibkan dalam proses pelaksanaan Pilkada 2020. Sehingga kami berharap sinergi ini terus dijaga agar stabilitas dan keamanan pada proses pelaksanaan Pilkada 2020 di Sultra berjalan lancar dan aman€ ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu menyampaikan materinya terkait srategi Bawaslu Sultra dalam pengawasan Pilkada Serentak 2020. Pria kelahiran Wakatobi ini menyampaikan bahwa €œTugas Bawaslu salah satunya adalah memastikan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 berjalan dengan demokratis dan hukum pemilu harus tegak sesuai dengan aturan€ jelasnya.

Kemudian Hamiruddin Udu menambahkan bahwa Bawaslu baru saja meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada tahun 2020 yang bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi ciri, karakteristik dan kategori kerawanan masing-masing daerah yang menyelenggarakan Pemilihan. €œIKP Pilkada 2020 baru saja diluncurkan oleh Bawaslu. Isu strategis yang paling diwaspasai yakni terkait netralitas ASN. Di Sultra sudah 55 ASN yang diproses karena tidak netral, kemudian yang kedua terkait transaksi politik uang, ketiga penggunaan media sosial dalam penyebaran isu sara serta hoax dan yang keempat terkait penyusunan daftar pemiih yang tidak akurat€ ucap Ketua Bawaslu Sultra ini.

Sebagai informasi, penyusunan IKP Pilkada 2020 terdapat empat dimensi pengukuran yakni dimensi konteks sosial dan politik, dimensi pemilu yang bebas dan adil, dimensi kontestasi serta dimensi partisipatif.

Secara Umum 7 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang menyelenggarakan Pilkada tahun 2020 masuk kategori rawan. Berikut IKP Pilkada tahun 2020 wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sumber IKP Pilkada tahun 2020 Bawaslu RI).

Peringkat Nasional Kabupaten Nilai  IKP Kategori Konteks Sosial Politik Penyelenggaraan Pemilu Bebas dan Adil Kontestasi Partisipasi Politik
54 Muna 56,23 Level 4 64,99 53,88 40,66 69,35
87 Wakatobi 52,77 Level 4 65,37 51,57 39,02 52,90
127 Konawe Selatan 50,45 Level 4 50,77 53,31 39,48 62,35
128 Konawe Utara 50,43 Level 4 56,35 44,96 38,56 69,35
181 Buton Utara 47,61 Level 3 50,98 42,30 38,56 66,55
246 Konawe Kepulauan 43,88 Level 3 46,99 42,09 38,56 50,10
258 Kolaka Timur 42,47 Level 2 42,48 43,29 38,56 47,30

Keterangan:

  • Rawan rendah = 0 €“ 43,06
  • Rawan sedang = 43,07 €“ 56,94
  • Rawan Tinggi = 56,95 €“ 100
  • Level 1 = Lebih kecil dari 36,12 (Sebagian kecil indikator kerawanan berpotensi terjadi)
  • Level 2 = Skor 36,13 €“ 43,06 (Sebagian indikator kerawanan berpotensi terjadi)
  • Level 3 = Skor 43,07 €“ 50,00 (Hampir setengah kerawanan berpotensi terjadi)
  • Level 4 = Skor 50,02 €“ 56,94 (Lebih dari setengah indikator kerawanan berpotensi terjadi)
  • Level 5 = Skor 56,95 €“ 63,88 (Sebagian besar indikator kerawanan berpotensi terjadi)
  • Level 6 = Skor lebih dari 63,88 (Seluruh indikator kerawanan berpotensi terjadi)

Terakhir, Hamiruddin Udu menyampaikan bahwa strategi Bawaslu Sultra dalam menghadapi Pilkada 2020 yakni dengan melakukan penguatan pencegahan dan sosialisasi dengan mengajak masyarakat ikut berpartisipasi mengawal Pilkada 2020 serta mengajak relawan, media masa untuk tidak menyebarkan berita yang menyudutkan salah satu pihak serta melakukan sosialisasi terhadap ASN agar dalam pelaksanaan tugasnya tidak mengikut ke salah satu pasangan calon.

Narasumber lain yakni Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tenggara Parinringi, SE., M.Si menyampaikan materinya terkait kesiapan Pemda Sultra dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020. €œDalam waktu dekat Pemrov Sultra akan melakukan sosialisasi pemilih pemula serta rapat koordinasi untuk persiapan Pilkada tahun 2020 dengan rencana mengundang KPU Sultra, Bawaslu Sultra, Polda Sultra dan instansi lainnya dalam penyelenggaraan Pilkada 2020€ ungkapnya.

Penulis: Baini

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle