Kisah Gassing, Pahlawan Demokrasi dari Lipu Tinadeakono Sara (Buton Utara)
|
Gassing, Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) Desa Lauki Kecamatan Kulisusu Barat Kabupaten Buton Utara bersama Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Desa Lauki saat akan melakukan proses coklit/Foto: Humas Bawaslu Kabupaten Buton Utara
Indonesia akan kembali menggelar Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak pada 9 Desember 2020. Kabupaten Buton Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang melaksanakan pilkada serentak tahun 2020.
Dalam setiap penyelenggaraannya, selalu terselip kisah-kisah heroik yang datang dari penjuru negeri. Setiap orang selalu punya cara berbeda untuk ikut andil dalam menyambut dan memeriahkan Pilkada layaknya sebuah pesta milik seluruh rakyat.
Dari pelosok desa di Kabupaten Buton Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, ada sesosok lelaki paruh baya yang semangatnya tak pernah surut memperjuangkan demokrasi. Dia bernama Gassing, ayah 3 anak yang kini berusia 51 tahun, seorang Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) yang bertugas di Desa Lauki Kecamatan Kulisusu Barat.
Meskipun pendidikan yang ditempuhnya tidak sampai bangku kuliah, tetapi tidak menghalangi dirinya untuk melukiskan karya. Dia ingin menjadi jembatan aspirasi yang memberikan manfaat dan maslahat bagi orang-orang di desa nya.
Pengalaman sebagai PKD saat menyukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 dan pemilu 2019 menjadi motivasi baginya untuk kembali mengikuti seleksi hingga akhirnya diterima sebagai PKD di pilkada 2020.
Baginya, menjadi pengawas pemilu memang tidak mudah. Pengetahuan dan ketekunan mesti beriringan dengan tekad dan semangat. Apalagi pelaksanaannya di tengah pandemi covid 19 yang meluluhlantahkan semua sendi-sendi kehidupan di negeri ini.
Namun sekuat apapun badai selalu menemukan jalan pulang, entah itu kapan. Dia memilih untuk menikmati profesinya, menjadikan sebagai ladang pengabdian untuk menyemai dedikasi bagi orang-orang di sekelilingnya.
Dia berkisah bahwa setiap pagi melakukan pengawasan pada pendataan yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dengan berkeliling dari rumah ke rumah. Selain memastikan coklit berjalan sesuai dengan prosedur dan ketentuan, penerapan protokol kesehatan juga menjadi titik fokus saat melaksanakan tugas sehari-harinya di lapangan.
Untuk diketahui, sesuai Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota disebutkan bahwa proses coklit dilakukan pada tanggal 15 Juli 2020 sampai dengan 13 Agustus 2020.
Di Desa Lauki Kecamatan Kulisusu Barat terdapat sejumlah warga yang bermukim di kebun dan menyatu dengan alam. Jarak yang harus ditempuh untuk bisa sampai kesana penuh dengan rintangan dan tantangan. Tidak adanya akses transportasi mengharuskan dia dan kawan-kawannya berjalan kaki sejauh puluhan kilometer melewati bebukitan terjal, hamparan hutan belukar dan sungai.
Tak hanya itu, jalanan berlumpur yang licin dan curah hujan yang tinggi di bulan Juli menjadi tantangan tersendiri dalam menempuh perjalanan. Namun berbekal semangat dan tanggung jawab, dia bersama PPDP bahu membahu saat medan yang sulit terbentang dihadapan mereka.
Tujuan utama yang digenggam dalam benaknya adalah ingin memastikan bahwa hak pilih setiap warga di desa nya utuh dan terjaga dalam pilkada serentak tahun 2020. Dia juga tak lelah mengedukasi kepada orang-orang di desa nya tentang pentingnya partisipasi masyarakat untuk suksesnya pilkada serentak tahun 2020.
Gassing saat membantu PPDP Desa Lauki melewati jalan terjal
(Baca versi asli: Kisah Pak Gasing, Pahlawan Demokrasi dari Lipu Tinadeakono Sara (Buton Utara))
Penulis dan Foto: Isfar Al Sakti (Bawaslu Kabupaten Buton Utara)
Editor: Baini Taslihudin