Lompat ke isi utama

Berita

Mendagri Dorong Kontestan dalam Pilkada Serentak Tahun 2020 Mengusung Isu Penanganan Covid-19 dan Dampak Sosial Ekonominya

Mendagri Dorong Kontestan dalam Pilkada Serentak Tahun 2020 Mengusung Isu Penanganan Covid-19 dan Dampak Sosial Ekonominya
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi saat malakukan Konferensi Pers Kunjungan Kerja Menteri Dalam Negeri di Sulawesi Tenggara, Kamis (9/06/2020)/ Foto: Baini Taslihudin

Kendari, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Tenggara - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong kontestan dalam pilkada serentak tahun 2020 untuk mengusung isu penanganan covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Hal itu disampaikannya pada rapat persiapan pilkada serentak tahun 2020 dan pengarahan kepada gugus tugas covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara di Hotel Claro Kendari, Kamis (9/07/2020).

€œKita jadikan isu utama pilkada 2020 ini adalah peran kepala daerah dalam rangka menangani covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Kalau kita bisa ramai-ramai mengusung isu itu, maka nanti terjadi kontestasi yang sehat dalam menangani covid,€ tuturnya.

Mendagri meminta semua pihak bekerja keras untuk pelaksanaan pesta demokrasi di 270 daerah yang puncaknya akan dilaksanakan pencoblosan pada 9 Desember 2020 itu, termasuk partisipasi media massa dalam mensosialisasikan pilkada yang sukses dan aman dari covid-19. €œUntuk itu kita semua harus bekerja, bukan hanya dari Pemerintah, terutama teman-teman media juga harus sama, mendorong masyarakat gunakan hak pilih,€ ujarnya.

Mendagri menekankan pentingnya protokol kesehatan bagi penyelenggara pemilu dalam melakukan tugas-tugas kepemiluan. €œDalam proses coklit tanggal 15 Juli mendatang, petugas yang akan turun ke lapangan wajib menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, hand sanitizer bila perlu menggunakan face shield€ jelasnya.

€œSosialisasi ataupun pelatihan-pelatihan dalam pelaksanaan pilkada tahun 2020 jika di daerah itu kualitas sinyalnya bagus lebih baik menggunakan virtual namun jika tidak menungkinkan maka dilakukan pertemuan langsung tapi tetap menerapkan protokol kesehatan€, tegas mantan Kapolri ini.

Mendagri juga meminta semua pihak mensosialisasikan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 berbeda dengan kondisi pada umumnya, yakni pelaksanaan seluruh tahapan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti penggunaan masker dan handsanitizer atau cuci tangan dengan sabun.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi menyampaikan di hadapan Mendagri bahwa daerah di Sulawesi Tenggara mempunyai karakteristik berbeda dengan daerah lainnya dalam menghadapi pilkada. €œPernah di 1 daerah di Sulawesi Tenggara yakni Kabupaten Muna pada Pilkada tahun 2015 melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) sampai 2 kali€, ungkapnya.

Ali Mazi juga menyampaikan terdapat 1 pasangan independen dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 di Sulawesi Tenggara yakni di Kabupaten Konawe Kepulauan.

Kemudian terkait penanganan covid-19, Gubernur Sultra menyampaikan bahwa angka positif covid-19 di Sulawesi Tenggara terus bertambah namun jumlah pasien sembuh juga mengalami kenaikan.

€œKita harus bersama-sama mengajak masyarakat agar menerapkan perilaku hidup sehat. Gunakan masker ketika bepergian, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak jika berada ditempat keramaian€ tutupnya.

Penulis: Baini Taslihudin
Editor: Humas Bawaslu Sultra

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle