Lompat ke isi utama

Berita

Menjaga Hak Pilih: Kisah Menantang Ombak di Pesisir Buton Utara

Menjaga Hak Pilih: Kisah Menantang Ombak di Pesisir Buton Utara
Rombongan penyelenggara Pemilu yang terdiri dari Anggota Bawaslu Sultra Bahari bersama KPU dan Bawaslu Kabupaten Buton Utara saat menuju teluk Kulisusu untuk melakukan pengawasan proses coklit/Foto: Humas Bawaslu Kabupaten Buton Utara

Pagi itu, Selasa 21 Juli 2020 disaat langit terlihat mendung disertai rintik hujan, kami yang terdiri dari dua rombongan penyelenggara Pemilu, lima orang komisioner KPU Kabupaten Buton Utara bersama staf dan Ketua Bawaslu Kabupaten Buton Utara bersama staf serta Angota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara Bahari bersama satu orang staf berada di pelabuhan Bajo Kabupaten Buton Utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Meskipun cuaca yang kurang bersahabat kami tetap berangkat untuk melakukan supervisi pelaksanaan pencoklitan di wilayah pesisir teluk Kulisusu. Supervisi pelaksanaan pencoklitan di daerah-daerah terpencil ini dilakukan sebagai ikhtiar dalam menjaga hak pilih warga negara sampai ke pelosok.

Untuk diketahui, Kabupaten Buton Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang melaksanakan Pilkada serentak tahun 2020 pada bulan Desember mendatang.

Perahu yang kami tumpangi melesat dengan cepat meninggalkan pelabuhan Bajo. Awalnya situasinya baik-baik saja. Namun situasi menegangkan terjadi ketika perahu yang kami tumpangi harus melewati perairan yang menghadap laut lepas (Laut Banda) sebelum sampai di teluk Kulisusu.

Gelombang besar Laut Banda khas musim timur segera menyambut kami. Situasinya benar-benar menjadi tegang. Satu-satunya yang menggembirakan adalah hujan belum juga turun.

Sebagai informasi, pada musim timur antara bulan Mei sampai Oktober ombak Laut Banda terkenal sangat menakutkan. Kondisi Buton Utara ibarat daerah yang terisolasi, sebab jalur lautnya menghadapi bahaya ombak yang cukup tinggi sedangkan jalur daratnya menghadapi jalan berlumpur akibat curah hujan yang tinggi. Disiram hujan atau tercebur ke laut akibat hempasan ombak adalah risiko paling nyata yang kami hadapi.

Sekitar 30 menit berjuang melawan ombak akhirnya perahu yang kami tumpangi berhasil keluar dari bahaya ombak besar itu. Kami mulai memasuki teluk Kulisusu yang sangat teduh.

Dikarenakan teluk Kulisusu banyak usaha budi daya rumput laut, perahu yang kami tumpangi harus melesat pelan-pelan agar tidak terjebak dalam jaringan tali tempat rumput laut yang dibudidayakan.

Setelah melewati terjangan ombak dan melewati labirin hutan mangrove, kami sampai di Desa Langere Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara.

Kami kemudian keliling memeriksa rumah-rumah penduduk yang sudah ditempel stiker coklit. Lalu kemudian kami berpapasan dengan PPDP dan PKD yang sedang melakukan aktivitas pencoklitan di setiap rumah yang belum dicoklit. Kami ikut memastikan apakah pelaksanaan pencoklitan itu sudah sesuai peraturan yang berlaku dan terutama sesuai dengan protokol pencegahan covid-19.

Gelombang besar Laut Banda khas musim timur saat rombongan penyelenggara Pemilu menuju teluk Kalisusu

Penulis dan Foto: Nurlin Muhammad (Bawaslu Kabupaten Buton Utara)
Editor: Baini Taslihudin

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle