Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kolaka Timur Bekerjasama Dengan Bawaslu Sultra Dalam Kegiatan “Bawaslu Kolaka Timur: Inovasi Pengawasan Pemilu menuju Pemilu 2029”

Iwan Rompo Banne (Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara) Saat Memberikan Arahan dan Materi Pada Kegiatan Melalui Zoom Meeting

Iwan Rompo Banne (Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara) Saat Memberikan Arahan dan Materi Pada Kegiatan Melalui Zoom Meeting

Kota Kendari - Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Tenggara Turut Serta Dalam Kegiatan Bawaslu Kolaka Timur: Inovasi Pengawasan Pemilu menuju Pemilu 2029 Yang bertujuan Untuk Merumuskan Dan Mengadopsi Inovasi Berbasis Teknologi Di Lingkungan Internal Bawaslu Kabupaten Kolaka Timur Sebagai Bentuk Adaptasi Terhadap Perkembangan Zaman Dan Tantangan Pemilu Mendatang Melalui Zoom Meeting, Pada Hari Selasa, Tanggal 27 Oktober 2026/Foto:Anti. 

Sebagi bentuk Kerjasama, Bawaslu Sultra yang di wakili oleh Ketua dan Kepala Sekretariat Bawaslu Sultra memberikan dorongan kepada kegiatan ini sebagai pemantik dan narasumber.

“Transformasi strategis dan arah penguatan Pengawasan Pemilu diperlukan guna menghadapi perubahan-perubahan dalam system pemilihan electoral,” buka Iwan.

Iwan Rompo Banne selaku Ketua Bawaslu Sultra dan terundang sebagai pemantik menambahkan jika dalam suatu pemilihan ada 3 (tiga) stakeholder. Kunci dimana salah satunya tidak ada, maka tidak bisa disebut pemilu, Yang pertama harus ada pesertanya, yang kedua, harus ada pemilihnya, dan yang ketiga adanya penyelenggara. 

Pemilih yang didominasi oleh generasi muda (Gen Z dan Alpha) yang akrab dengan ruang digital, cenderung apatis terhadap struktur politik konvensional, mengutamakan otentisitas, serta mudah terpengaruh oleh tren media sosial dan kecerdasan buatan (AI) sehingga ke depannya untuk mengimbangi dinamika tersebut, Bawaslu dihadapkan pada berbagai tantangan kontemporer seperti keterbatasan SDM, luasnya jangkauan geografis, keterbatasan kewenangan regulasi, serta maraknya disinformasi, deepfake, dan isu pelindungan data pribadi (PDP). Oleh karena itu, Bawaslu perlu melakukan pembenahan kelembagaan, memperkuat koordinasi antara mesin kebijakan dan kesekjenan, serta mengadopsi inovasi teknologi melalui pengembangan super aplikasi pengawasan yang ramah pengguna (user-friendly) dan terbuka untuk publik.

“Akhir kata Iwan berharap, dengan adanya Inovasi yang di hasilkan oleh sahabat kita di masa non-tahapan ini, Bawaslu dapat terus beradaptasi dan merancang agenda strategis agar pengawasan pemilu ke depan semakin efektif, transparan, dan siap menghadapi pemilu berikutnya, “tutupnya.

Melanjutkan sesi berikutnya, mengutip arahan dalam pemaparan materi oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Sultra, jalaludin.

“Penguatan kelembagaan seharusnya tidak hanya berfokus pada satu momen pemilu saja, melainkan dilakukan secara berkelanjutan. Sebagai institusi vertikal yang hierarkis, pengelolaan SDM di Bawaslu berpedoman pada kebijakan nasional dan nilai dasar ASN (BerAKHLAK) yang mencakup orientasi pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, loyalitas, hingga sifat adaptif dan kolaboratif, ”tuturnya.

Adaptasi Sekretariat Kesekretariatan dan Penguatan Dukungan Organisasi Dalam Menghadapi Pemilu 2029" topik yang diangkat, dimana pada topik ini Jalaludin menyoroti pentingnya adaptasi sekretariat dalam menghadapi pemilu dan pada kesempatan ini juga beliau juga mengingatkan bahwa menjadi ASN adalah pilihan sadar yang menuntut komitmen penuh terhadap aturan, disiplin, dan tanggung jawab kerja.

Penulis/Editor : Thity

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle